Saat ingin berdoa "Ya Allah mudahkan urusanku.", ada yang ngedumel didalam batin "Emangnya selama ini Tuhan selalu mempersulit kamu ya?"
Saat ingin meminta "Ya Allah tambahkan rejekiku." yang didalam hati seolah-olah ada yang ngeledek, "Cie cieee yang lagi minta tambahan, apa selama ini pemberian Tuhan di matamu di anggap kurang?"
Didalam kesulitan Tuhan ngasih kita ilmu, ngajarin kita sabar & ikhlas. Allah Maha Baik, yang Ia berikan itulah yang terbaik.
Kita sering lupa atau melupakan bahwa ilmu bahagia paling sederhana adalah ilmu bagaimana menikmati hidup (Bersyukur).
Sebesar apapun nikmat dan pencapaian, jika tak memiliki ilmu ini, hidupnya udah bisa dipastikan nelangsa terus.
Ekstrimnya, seandainya sudah di tempatkan di surgapun ia akan komplain terus.
Coba bayangkan kalau di surga ada orang yang komplain begini "Surga ko gini-gini aja, katanya enak..!" Sampe malaikat bingung,
di tempatin di surga aja komplain terus, apalagi di neraka. Yang jelas ini cuma perumpamaan aja, masa iya di surga ada hamba Tuhan yang masih mengeluh.
Kesimpulannya, jangan mudah komplain pada keadaan. Temukan nikmat yang masih tersembunyi dan belum kamu sadari.
Bersyukur terus supaya dibukakan nikmat-nikmat yang sudah ada pada dirimu dan belum kamu temukan.
"Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdziban.."
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Al-Qur'an Surat Ar-Rahman 55.