Mulailah hargai usaha teman-temanmu!

Dalam hidup, mungkin kita pernah bertemu orang-orang yang kurang bisa menghargai usaha orang lain. Contoh kasus, seorang teman yang selalu ingin mendapat fasilitas gratis dari usaha yang dilakukan oleh temannya.

Seorang teman biasanya memang tulus memberikan secara cuma-cuma (gratis). Tapi apakah yang begini di anggap sebagai hal yang lumrah dalam hubungan pertemanan?

Pada tulisan kali ini saya ingin mengajak siapapun yang membaca tulisan ini untuk mulai menghargai usaha orang lain, dalam hal ini yang paling dekat adalah menghargai usaha teman-temanmu.

Saya ingin membahas dulu mengenai manusia dan getaran frekwensinya, karena di dalam hidup pasti sering bertemu dengan orang lain yang getaran frekwensinya berbeda.

Manusia dan Getaran Frekwensinya

Frekwensi terendah dalam hidup adalah ketika kita hanya mengharapkan ingin diberi oleh orang lain, hanya ingin di mengerti oleh orang lain. Nah disinilah frekwensi hidup kita bisa di ukur. Ada orang yang hidup dengan getaran frekwensi rendah, ada orang yang hidup dengan getaran frekwensi tinggi.

Kategori orang yang punya getaran frekwensi rendah, biasanya memiliki kepekaan yang rendah. Engga heran kalo orang-orang yang berada di frekwensi ini biasanya punya sikap tidak tahu malu, tidak tahu diri, cenderung tidak perduli keadaan orang lain dan yang selalu ia pikirkan hanyalah kepentingannya sendiri.

Saya membuat beberapa perumpamaan yang membedakan antara kebiasaan orang dengan frekwensi rendah VS frekwensi tinggi.


Biasanya Getaran frekwensi rendah digolongkan pada hal-hal negatif, getaran frekwensi tinggi digolongkan pada hal-hal positif.

Tidak bisa di pungkiri, setiap kita memiliki gelombang frekwensi yang siklusnya bisa naik dan turun. terkadang kita berada di getaran frekwensi tinggi, terkadang berada di getaran frekwensi rendah. Upaya kita dalam hidup adalah terus menjaga getaran frekwensi kita pada frekwensi tinggi.

Dalam sisi ibadah misalnya, getaran frekwensi ini juga bisa sangat berpengaruh. Ketika kita sedang berada pada frekwensi tinggi, biasanya kita akan semangat terus menjaga sholat lima waktu bagi yang beragama islam.

Hubungan antara Nasib dan Getaran Frekwensi

Sekarang, apa hubungannya nasib dengan getaran frekwensi. Suatu saat saya pernah di datangi salah seorang sahabat, kemudian ia menceritakan bahwa dirinya merasa di curangi oleh koleganya yang meminjam uang dan sampai tulisan ini dibuat hutang tersebut masih belum juga selesai. Waktu itu saya spontan menjawab "Kamu tenang aja, hidup kamu jelas lebih beruntung dari temanmu yang pinjam hutang yang sampe sekarang belum terbayar."

Saya punya sebuah prinsip dalam hidup, kita boleh di curangi asal bukan kita yang berbuat curang. Kita boleh di tipu asal bukan kita yang nipu. Kita boleh di rugikan oleh orang lain asal jangan kita yang merugikan orang lain.

Memang betul jika getaran frekwensi dalam hidup bisa berubah-rubah sesuai siklusnya, tapi setidaknya kita memiliki kesadaran untuk terus menjaga gelombang tersebut pada frekwensi tinggi.

Kalau kamu merasa nasib tidak berubah dari waktu ke waktu, mungkin kamu sedang berada pada getaran frekwensi rendah (terus menerus ada di getaran frekwensi rendah). Sadari dan pahami dulu, lalu mulailah bergerak dan berbuat sesuatu untuk keluar dari zona frekwensi rendah.

Coba lihat teman-temanmu atau orang-orang yang sering membantumu, memperhatikanmu dan sering menunjukan kepedulian kepadamu, lihat nasib mereka makin baik.

Hubungan Getaran Frekwensi dan Menghargai Usaha Teman

lalu apa hubungannya menghargai usaha teman dengan getaran frekwensi. Jika kita sedang berada pada frekwensi tinggi, pasti yang ingin kita lakukan adalah memberikan pengganti yang lebih dari bantuan yang diberikan orang lain. Anggaplah itu sebagai bentuk ungkapan terima kasih.

Jka kita lihat hubungan persahabatan yang keduanya memiliki gelombang frekwensi yang sama, dalam hal ini frekwensi tinggi. coba perhatikan saat mereka bersama, keduanya sama-sama ingin memberi satu sama lain. Saat makan bersama misalnya, mereka berebut untuk saling ingin mentraktir. "Saya aja yang bayar!" yang satunya malah ngga mau kalah, "Udah biar saya aja yang bayar." Indah bukan!

Coba baca cerita Ketika 2 Sahabat Lama Bertemu, kisah tentang indahnya hubungan persahabatan sejati yang keduanya ingin saling memberi.

Untuk mulai merubah nasib, mulailah dengan menghargai usaha teman-temanmu. Nanti kamu akan lihat dan rasakan sendiri bagaimana orang-orang yang selalu berada pada getaran frekwensi tinggi memiliki banyak keberuntungan dalam hidup.

Orang-orang yang hidup dengan getaran frekwensi tinggi biasanya punya magnet untuk didekati oleh banyak orang. Ia menjadi pribadi yang menyenangkan yang kehadirannya di rindukan semua teman-temannya.

Sebetulnya banyak yang ingin saya tulis mengenai getaran frekwensi hidup. Tulisan ini sama sekali bukan ingin mengajari, hanya ingin berbagi dan untuk mengingatkan saya sendiri.

Lain waktu, topik getaran frekwensi ini akan saya bahas lagi. Terima kasih telah berkunjung di blog ini.