Hindari Debat, Belajarlah Menjadi Orang Bodoh!

tulisan ini berpotensi menurunkan militansi kedua kubu, tp percayalah, tujuan sebetulnya adalah supaya indonesia damai.

semua orang memang berhak mendukung calon presidennya masing-masing, tapi tetep harus saling menghargai. hindari perdebatan, jaga persatuan, biar damai negeri ini.

di sekitar kita banyak ditemui orang yang mabok politik. Mabok politik biasanya sepaket dengan mabuk beragama, mereka rajin mencari dalil-dalil spesial yang mereka gunakan untuk kepentingan golongan mereka sendiri, walaupun banyak dalil lain yang mengutamakan kerukunan antar sesama.

untuk semua yang suka berkoar-koar di medsos dengan dalih memperbaiki bangsa, saran saya lebih baik belajarlah menjadi orang bodoh daripada merasa pintar yang sering menuding orang lain bodoh. terkecuali jika anda memang berprofesi sebagai seorang jurkam (juru kampanye).

Jangan jadi orang yang memaksakan pendapat orang lain harus sama. Setiap kita bebas memilih siapapun yang terbaik. Sadari perbedaan dan hargailah perbedaan. Lupakan cibiran cebong dan kampret, buat postingan sehat yang tidak memicu perdebatan apalagi menghujat. Please, itu akan terasa lebih bermanfaat daripada harus berdebat.

Percayalah, semakin lama berdebat energimu akan semakin terkuras banyak. Jika kamu menghargai perbedaan, stop bicara politik di medsos kalo ujung-ujungnya hanya memicu banyak perdebatan.

tetap fokus pada bidang dan dunia masing-masing, jangan terpancing oleh postingan-postingan yang memicu perdebatan. Untuk situasi saat ini 'Diam adalah langkah terbaik', percayalah, diam mencerminkan kamu punya pondasi yang kuat untuk tidak mudah terbawa arus.

apakah dengan menulis ini saya di sebut golput? Atau siapa sebenarnya yang saya dukung? jawabannya, Rahasia..!! Sesuai dengan azas pemilu di Indonesia, Langsung Umum Bebas dan Rahasia.

bagi saya, siapapun yang nanti akan jadi presidennya, yang lebih penting adalah jaga kondusifitas agar indonesia tetap damai dan tentram.

Ditulis oleh: Aris Item // pada: 04 Februari 2019